Mitsaqul Amal Al-Islami (Prinsip-prinsip Global Tentang Pemahaman Islam secara Universal)
1. Tujuan Hidup Kita
Tujuan hidup kita adalah beribadah kepada Allah
{ وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِیَعۡبُدُونِ }
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” [Q.S. Adz-Dzariyat : 56].
Adapun syarat agar ibadah di terima oleh Allah adalah :
1. ikhlas
2. Sesuai dengan petunjuk Rasulullah dijelaskan oleh firman Allah :
{ فَمَن كَانَ یَرۡجُوا۟ لِقَاۤءَ رَبِّهِۦ فَلۡیَعۡمَلۡ عَمَلࣰا صَـٰلِحࣰا وَلَا یُشۡرِكۡ بِعِبَادَةِ رَبِّهِۦۤ أَحَدَۢا }
Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Rabbnya”.[Q.S. Al-Kahfi :110]
Dalam ayat diatas, syarat ikhlas terdapat dalam lafal “janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Rabbnya”, dan lafal’ menyerahkan dirinya/wajahnya kepada Allah’, sedangkan syarat sesuai dengan petunjuk Rasulullah terdapat pada lafal ‘ia mengerjakan amal shalih dan mengerjakan kebaikan. Saat menjelaskan firman Allah,
“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”[Q.S. Al-Mulk : 2]
Imam Fudhail bin Iyadh berkata, “Sesungguhnya sebuah amalan yang ikhlas namun tidak dilakukan dengan benar, tidaklah akan diterima oleh Allah. Begitu pula sebuah amalan yang dilakukan dengan benar tetapi tidak ikhlas, idaklah akan diterima oleh Allah. Ia baru akan diterima oleh Allah bila dikerjakan dengan ikhlas dan dilkukan dengan cara yang benar. Ikhlas adalah beramal semata-mata karena Allah, sedangkan dilakukan dengan benar adalah jika dikerjakan sesuai dengan As-Sunnah.
2. AKIDAH KITA
Kita mengikuti akidah yang diyakini oleh Rasulullah dan diajarkan kepada para sahabat Nabi, lalu diajarkan oleh para sahabat kepada generasi tabi’in dan diajarkan oleh generasi tabi’in kepada tabi’ut tabi’in dan generasi Islam seterusnya. Karena Al-Qur’an dan As-Sunnah telah memberikan rekomendasi atas kelurusan akidah, ilmu, dan amal generasi terbaik Islam (sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in) sebagaimana firman Allah,
{ وَمَن یُشَاقِقِ ٱلرَّسُولَ مِنۢ بَعۡدِ مَا تَبَیَّنَ لَهُ ٱلۡهُدَىٰ وَیَتَّبِعۡ غَیۡرَ سَبِیلِ ٱلۡمُؤۡمِنِینَ نُوَلِّهِۦ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصۡلِهِۦ جَهَنَّمَۖ وَسَاۤءَتۡ مَصِیرًا }
“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu’min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali”[Q.S. An-Nisa’ : 115]
Juga sebagaimana sabda Nabi,
“Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kem udian orang-orang yang datang setelah mereka(tabi’in), kemudian orang-orang yang dating sesudah mereka (tabi’ut tabi’in). [H.R. Bukhari, Muslim, Tirmidzi , dan Ahmad]
3. Pemahaman kita tentang islam.
Kita memahami islam secara syumul (menyeluruh) dan kaffah, sebagaimana yang dipahami oleh para salafussholih yang terpercaya dan mengikuti sunnah nabi dan sunnah khulafaurrosydin yang mendapatkan petunjuk. bukan pemahaman yang parsial yang mengambil sebagian dan meninggalkan sebagian yang lain.
{ ٱلۡيَوۡمَ أَكۡمَلۡتُ لَكُمۡ دِينَكُمۡ وَأَتۡمَمۡتُ عَلَيۡكُمۡ نِعۡمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلۡإِسۡلَٰمَ دِينٗاۚ فَمَنِ ٱضۡطُرَّ فِي مَخۡمَصَةٍ غَيۡرَ مُتَجَانِفٖ لِّإِثۡمٖ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٞ رَّحِيمٞ }
[Surat Al-Ma’idah: 3]
Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu. Tetapi barang siapa terpaksa karena lapar bukan karena ingin berbuat dosa, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
{ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱدۡخُلُواْ فِي ٱلسِّلۡمِ كَآفَّةٗ وَلَا تَتَّبِعُواْ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيۡطَٰنِۚ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوّٞ مُّبِينٞ }
[Surat Al-Baqarah: 208]
Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.
[05 : 3/02:208 ].
4. CITA–CITA DAN TARGET PERJUANGAN KITA.
Yaitu menegakkan islam hingga kembalinya khilafah islamiyah dan kekuasaan islam dimuka bumi, mengembalikan manusia dari penghambaan kepada manusia menuju penghambaan kepada pencipta manusia ( Allah ) serta memberlakukan hukum-hukum islam kepada seluruh umat manusia.
فقال له ” رستم ” : ” ما الذي جاء بكم ” ؟ ،
فقال ، ويا نِعْمَ ما قال : ” إن الله ابتعثنا لنخرج من شاء من عبادة العباد إلى عبادة رب العباد،
Kata Rustum kepada Robi’ : kamu datang untuk menyampaikan apa …? Jawab Robi’ : sesungguhnya Allah mengutus kami untuk menyelamatkan seseorang dari peribadatan hamba terhadap sesama hamba kepada peribadatan seorang hamba kepada Allah
ومن ضيق الدنيا إلى سعتها ، ومن جور الأديان إلى عدل الإسلام ، فأرسلنا بدينه إلى خلقه لندعوهم إليه ، فمن قبل ذلك قبلنا منه ورجعنا عنه ، ومن أبى قاتلناه أبدًا حتى نفضي إلى موعود الله ” ، فقال ” رستم ” وما موعود الله ” ؟ ، قال : ” الجنة لمن مات على قتال من أبى والظفر لمن بقى
[02 : 21/ 16 : 36 / 24 : 55 / 42 : 13 / 08 : 73 / 61 : 9/ 09: 33 ].
{ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعۡبُدُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ وَٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ }
[Surat Al-Baqarah: 21]
Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa
5. JALAN KITA
Jalan kita untuk mewujudkan cita-cita tersebut adalah :
1. Dakwah ( amar ma’ruf nahi mungkar).[16 : 125 / 03 : 104 ]
2. Hijrah.[08 : 30/ 22 : 58/ 04 : 100]
3. I’dad / Latihan dan jihad fisabilillah.[08 : 60/ 22 : 39/ 04 : 95/ 09 : 23,41]
6. BEKAL KITA
Dalam menempuh jalan tersebut adalah :
1. Ilmu dan takwa.[17 :36 ]
2. Yakin dan tawakkal, [49 :15/ 32 :24]
3. Syukur dan sabar.[14 : 34/ 22:11]
4. Zuhud terhadap dunia dan itsar terhadap akhirat.[40 : 39 ]
5. Cinta berjihad dijalan Allah dan cinta mati syahid.[ 09 : 14-15,20]
7. WALA’ KITA
( Loyalitas, kecintaan, pembelaan dan dukungan kita) adalah kepada Allah, Rasul dan orang-orang yang beriman dan taat dan beriltizam kepada kepada syariat islam secara kaffah.
{ إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤۡتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَهُمۡ رَٰكِعُونَ }
[Surat Al-Ma’idah: 55]
Susungguhnya penolongmu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat, seraya tunduk (kepada Allah).
[ 02 : 257/ 07 : 196/ 06: 14/ 47 : 11].
8. BARA’ KITA
( permusuhan, kebencian kita ) kepada setan, jin dan manusia yang kafir dan musyrikin dari golongan Yahudi dan Nasrani serta orang-orang munafik.[ 11;113/ 60:04/ 58:22/ 05 : 55-56/ 66: 09]
9. UKHUWAH KITA
Adalah ikatan aqidah islamiyah berdasarkan al-haq semata, bukan atas dasar fanatisme kesukuan atau kebangsaan, daerah, madzhab, golongan, atau kelompok tertentu. Kesatun ukhuwah ini merupakan keharusan.[ 49 : 10/ 09 :71],
{ إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ إِخۡوَةٞ فَأَصۡلِحُواْ بَيۡنَ أَخَوَيۡكُمۡۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ }
[Surat Al-Hujurat: 10]
Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.
karena kita :
1. Satu tugas hidup : Beribadah kepada Allah.
2. Satu akidah : LAA ILAAHA ILLALLAH MUHAMMAD RASULULLAH.
3. Satu ikutan : Nabi Muhammad SAW.
4. Satu pedoman : Al-qur’an dan As-sunnah.
5. Satu tujuan setiap amal : mencari ridho Allah SWT.
6. Satu jama’ah : Daulah islamiyah (khilafah menurut konsep nubuwah)
7. Satu pimpinan : Imam dan Khilafah Islam.
Rasulullah SAW bersabda : ‘’Seorang mukmin dengan mukmin yang lainya bagaikan satu bangunan, satu sama lain salin mengokohkan.’’(HR.Bukhari dan Muslim).
