3 Perdagangan dengan Allah SWT yang tidak pernah rugi

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَ قَا مُوا الصَّلٰوةَ وَاَ نْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَا نِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَا رَةً لَّنْ تَبُوْرَ 

innallaziina yatluuna kitaaballohi wa aqoomush-sholaata wa angfaquu mimmaa rozaqnaahum sirrow wa ‘alaaniyatay yarjuuna tijaarotal lang tabuur

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur’an) dan melaksanakan sholat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi,”
(QS. Fatir 35: Ayat 29)

Ada 3 hal perniagaan dg Allah yg selalu untung

  1. Membaca Alquran ( Tilawah Al-Quran )
    Imam Ibnu Katsir berkata, “Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan (dalam ayat ini), bahwa Dia telah mengganti (membeli) dari hamba-hamba-Nya yang beriman jiwa dan harta mereka yang mereka curahkan di jalan-Nya dengan Surga (sebagai harganya). Ini merupakan (bagian) dari karunia, kebaikan dan kedermawanan-Nya, karena Dia menerima (untuk memberikan) ganti (harga) dari apa yang merupakan milik-Nya, dengan (ganti yang berupa) anugerah yang dilimpahkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang (selalu) taat kepada-Nya. Oleh karena itu, (Imam) Hasan al-Bashri dan Qatadah berkata (tetntang ayat ini), ‘Demi Allah, Dia telah berjual-beli dengan mereka, lalu Dia menjadikan sangat mahal harga (yang mereka terima, yaitu surga).’” (Kitab Tafsir Ibnu Katsir, 2/515)
    Imam Syaukani maksudnya org yg terus menerus membacanya dan menjadi kebiasaannya.
    Tilawah yg sebenarnya tilawah mencakup beberapa hal :
  • membaca dan berusaha menghayati makna yg terkandung didalamnya
  • mengikuti hukum yg ada didalamnya, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
  • meyakini kabar informasi yg disampaikan dlm Al Qur’an
  1. Menegakkan Shalat
  • Shalat adalah tiang agama
  • Shalat adalah nur (cahaya )
  • tanda keislaman seseorang
  • amalan yg pertama yg akan dihisab

Shalat nya baik maka beruntung, sedangkan apabila shalatnya rusak maka akan merugi.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْ ۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ
robbij’alnii muqiimash-sholaati wa ming zurriyyatii robbanaa wa taqobbal du’aaa

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan sholat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.”
(QS. Ibrahim 14: Ayat 40)

  1. Menginfakkan sebagian harta secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan.
    Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يَسْــئَلُوْنَكَ مَا ذَا يُنْفِقُوْنَ ۗ قُلْ مَاۤ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ خَيْرٍ فَلِلْوَا لِدَيْنِ وَا لْاَ قْرَبِيْنَ وَا لْيَتٰمٰى وَا لْمَسٰكِيْنِ وَا بْنِ السَّبِيْلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ فَاِ نَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ

yas-aluunaka maazaa yungfiquun, qul maaa angfaqtum min khoiring fa lil-waalidaini wal-aqrobiina wal-yataamaa wal-masaakiini wabnis-sabiil, wa maa taf’aluu min khoiring fa innalloha bihii ‘aliim

“Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, “Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan.” Dan kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 215)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *