ᴍᴇᴍʙᴇʀsɪʜᴋᴀɴ ʜᴀᴛɪ ᴅᴇɴɢᴀɴ ᴍᴜʜᴀsᴀʙᴀʜ

Muhasabah cara untuk mengatasi kekuasaan hawa nafsu.
Nafsu senatiasa bergejolak, agar nafsu bisa dikendalikan dan diarahkan dg ilmu. Agar senantiasa mengarah kepada kebaikan.

“Orang yang cerdas adalah yang menekan nafsunya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian, sedangkan orang dungu adalah yang mengikuti hawa nafsunya dan mengangankan kepada Allah berbagai angan-angan.”
(Hadits diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, nomor 2459)

Orang yg berakal adalah org yg mampu mengendalikan nafsunya, dan beramal untuk hari setelah kematian. Sedangkan org yg lemah adalah orang yg mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan bahwa Allah akan mengampuninya.

angan-angan : tidak berdasar
cita-cita : bersungguh-sungguh

Allah memberikan hidup merupakan anugerah.
Ciri org beriman adalah bermuhasabah.

Orang yg beriman ketika melakukan dosa maka seperti berdiri ditepi gunung yg tinggi berbeda dg org pendosa, maka ketika melakukan dosa seperti lalat yg lewat.

Al Hasyr 18
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَـنْظُرْ نَـفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۚ وَا تَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ بِۢمَا تَعْمَلُوْنَ

yaaa ayyuhallaziina aamanuttaqulloha waltangzhur nafsum maa qoddamat lighod, wattaqulloh, innalloha khobiirum bimaa ta’maluun

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Al-Hasyr 59: Ayat 18)

Ada 3 perintah bagi org yg beriman

  1. Bertaqwalah kepada Allah
    Dengan taqwa maka Allah akan memuliakan dirinya
    blasan bagi org yg bertaqwa maka :
  • Allah akan memudahkan urusannya
  • Allah akan memberikan furqon ( pembeda )
  • Allah akan menurunkan barokah,
  • Allah akan memberikan solusi dlm setiap persoalan yg menimpa dirinya.
  • Allah akan memberikan rizki dari sumber yg tidak disangka-sangka

Tawakal dilakukan sebelum berbuat / beramal
Org yg tawakal maka

  1. Allah memberikan petunjuk
  2. Allah memberikan kecukupan
  3. Allah memberikan .penjagaan
  4. Muhasabah
    Hendaklah setiap diri mempersiapkan untuk kehidupan akhirat.
    Disebutkan bahwa Akhirat sangat dekat, maka perlu senantiasa muhasabah

qs. Munafiqun ayat 10
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاَ نْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَاۤ اَخَّرْتَنِيْۤ اِلٰۤى اَجَلٍ قَرِيْبٍ ۙ فَاَ صَّدَّقَ وَاَ كُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ

wa angfiquu mimmaa rozaqnaakum ming qobli ay ya-tiya ahadakumul-mautu fa yaquula robbi lau laaa akhkhortaniii ilaaa ajaling qoriibing fa ashshoddaqo wa akum minash-shoolihiin

“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.””
(QS. Al-Munafiqun 63: Ayat 10)

setelah muhasabah kemudian bertaqwa yaitu untuk meninggalkan maksiat.

  1. Muraqabah
    Setiap saat merasa diawasi oleh Allah. Maka hadirkan ibadah yg maksimal dan jauhkan diri dari dosa dan kesalahan.

Kapan kita bermuhasabah ?
Sebelum dan sesudah beramal, yaitu pagi hari dan sebelum tidur malam.

yg ditanya Allah

  1. Niat untuk siapa kita beramal?
  2. Mutaba’ah, apakah amalan kita sesuai dg sunnah Rasulullah ?

Muhasabah setelah beramal
yaitu waktunya menjelang tidur. Harapannya ketika bangun, dg mujahadah yg baru dan mengerjakan amal sesuai sunnah rasul.

  1. Instropeksi diri atas ketaatan yg telah dilakukan, apakah sudah maksimal atau belum
  2. Instropeksi diri setiap amal lebih baik ditinggalkan atau dikerjakan.
  3. Instropeksi diri atas perkara yg mubah atas dasar niat karena Allah agar bernilai ibadah

Orang yg rajin muhasabah maka dimudahkan dalam hisab dan ketika yaumil mizan menjadi amal yg berkualitas.

ibrahim attamimi, saya sering membayangkan didalam surga dan neraka. Muhasabah tergantung kepada kebersihan hati.

Cara bermuhasabah

  1. Memulai bermuhasabah terhadap perkara wajib, kalau ada yg kurang segera diganti
  2. Menimbang perkara yg bersifat larangan
  3. Menghisab diri thp kelalaian
  4. Menghisab diri atas gerak-gerik dan aktifitas anggota badan

Apa perlunya Muhasabah ?

  • untuk mengetahui aib diri sendiri.
    Senantiasa menggunakan waktu untuk beribadah.
  • untuk mengetahui hak Allah yg kita lalaikan
    Qs. Al Haqqah ayat 18
    Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُوْنَ لَا تَخْفٰى مِنْكُمْ خَا فِيَةٌ
yauma-izing tu’rodhuuna laa takhfaa mingkum khoofiyah

“Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tidak ada sesuatu pun dari kamu yang tersembunyi (bagi Allah).”
(QS. Al-Haqqah 69: Ayat 18)

KajianTematik Sabtu Malam Ahad

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *