{"id":534,"date":"2024-11-11T13:10:22","date_gmt":"2024-11-11T06:10:22","guid":{"rendered":"https:\/\/masjidmustaqim.my.id\/?p=534"},"modified":"2024-11-11T13:10:22","modified_gmt":"2024-11-11T06:10:22","slug":"anak-sholeh-menurut-lukman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/masjidmustaqim.my.id\/index.php\/2024\/11\/11\/anak-sholeh-menurut-lukman\/","title":{"rendered":"Anak Sholeh Menurut Lukman"},"content":{"rendered":"<p>Akhlak mulia adalah tujuan dari semua kaum muslimin, karena dengan akhlak yang mulia maka ALLOH SWT akan selalu menjadikan orang tersebut sebagai orang-orang pilihan-Nya. Untuk seorang anak muslim, ada beberapa akhlak yang mesti diperhatikan dan dijadikan renungan oleh orang tua:<\/p>\n<p><strong>1. Akhlak Anak Kepada ALLOH SWT<\/strong><br \/>\nDengan dasar surat Lukman(31):13,<em>\u201cDan (ingatlah) ketika\u00a0<\/em>Lukman<em>\u00a0berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: \u201cHai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kelaliman yang besar\u201d.\u201d<\/em>\u00a0maka seorang anak muslim DILARANG untuk menyekutukan ALLOH SWT.<span id=\"more-378\"><\/span><\/p>\n<p>Syirik adalah dosa besar, yangg tidak akan ALLOH SWT ampuni, karena dengan syirik maka berarti kita mengakui bahwa ada tuhan lain yg wajib disembah selain ALLOH SWT. Begitu juga ketika seorang anak juga melakukan perbuatan yang arahnya menuju kesyirikan terlebih melakukan ritual penyembahan selain kepada ALLOH sekaligus tidak ada tuntunanya dalan al-Quran da Al-Hadist. Terlebih lagi\u00a0 perbuatan (menuju ke arah) syirik semakin banyak diterapkan dan diajarkan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi bisa kita simpulkan jika anak seorang muslim masih melakukan ritual terlebih meminta pertolongan kepada benda yang dianggap jimat maka sudah pasti itu syirik dan itu sudah pasti melenceng jauh dari ajaran ISLAM. Apalagi jika mereka menyembah kepada selain Allah maka itu sudah pasti tidak diampuni oleh Allah.<\/p>\n<p>Dalam Mengajarkan islam\u00a0 kita bisa berpedoman dalam surat tersebut dengan pesan kepada anak kita, bahwa janganlah mereka hanya meniru ajaran nenek moyang atau ajaran yang notabene\u00a0 mereka bilang \u201cini dari ajarannya mbahe-kakeknya-ustadnya-kyainya tetapi ajarkan kepada mereka siapa itu allah, sifat-siafat allah, kekuatan allah, keperkasaan allah sehingga anak-anak muslim kita faham bahwa hanya allah saja yang patut dan pantas kita sembah dan minta pertolongan.<\/p>\n<p><strong>2. Akhlak Anak Kepada Orang Tua<\/strong><br \/>\nSeorang anak muslim diperintahkan untuk taat, patuh, dan berbakti kepada orang tuanya, sebagaimana tercantum pada surat Lukman(31):14,<em>\u201cDan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Seorang anak yang telah dewasa wajib membantu, menjaga, dan melindungi kedua orang tuanya. Seorang anak tidak boleh mencaci, mencerca, memaki dan mengumpat serta perbuatan buruk lainnya kepada orang tuanya. Hal ini nampak jelas pada surat Al Israa\u2019(17):23,<em>\u201cDan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan \u201cah\u201d dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Bimbingan serta nasehat kepada anak akan berpengaruh terhadap aktivitas anak tersebut pada masa depan anak kelak. Untuk itu, para orang tua mesti berhati-hati dalam mendidik seorang anak, jangan sampai setelah besar, si anak itu malah melakukan tindakan yg membuat malu orang tuanya.<\/p>\n<p>Surat lukman bisa dijadikan standar mutu atau tolak ukur untuk menilai seberapa tinggi tingkat ketaatan seorang anak muslim terhadap Allah. Dalam surat ini juga terdapat nasehat apa saja yang WAJIB disampaikan oleh\u00a0 seorang orangtua dalam mendidik anaknya dan perbuatan apa sajakah yang seharusnya dilakukan oleh seorang anak muslim.<\/p>\n<p>Sesuatu yang perlu kita PERTANYAKAN\u00a0 adalah SUDAHKAH kita katakan pada anak kita \u201c<em>Hai anakku, janganlah kamu<\/em><em>\u00a0mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kelaliman yang besar<\/em>\u201d \u00a0 jika sudah maka kita sudah pernah melakukan perintah allah dalam surat Lukman ini , dan jika belum maka kita belum melaksanakan perintah allah yang satu ini.<\/p>\n<p>Sekalius juga perintah untuk menyampaikan kepada anakkita\u00a0 tentang\u00a0 \u201c<em>jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan \u201cah\u201d dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia<\/em>\u201c.<\/p>\n<p>Jika belum pernah melakukan hal-hal diatas maka lakukanlah sekarang !<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Akhlak mulia adalah tujuan dari semua kaum muslimin, karena dengan akhlak yang mulia maka ALLOH SWT akan selalu menjadikan orang tersebut sebagai orang-orang pilihan-Nya. Untuk seorang anak muslim, ada beberapa akhlak yang mesti diperhatikan dan dijadikan renungan oleh orang tua: 1. Akhlak Anak Kepada ALLOH SWT Dengan dasar surat Lukman(31):13,\u201cDan (ingatlah) ketika\u00a0Lukman\u00a0berkata kepada anaknya, di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-534","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/masjidmustaqim.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/534","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/masjidmustaqim.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/masjidmustaqim.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidmustaqim.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidmustaqim.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=534"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/masjidmustaqim.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/534\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":535,"href":"https:\/\/masjidmustaqim.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/534\/revisions\/535"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/masjidmustaqim.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=534"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidmustaqim.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=534"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidmustaqim.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=534"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}